Gambaran Umum Daerah
1. 1. Wilayah Administrasi
Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan dibentuk pada tanggal 21 September 1959 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1820). Setelah berjalan 42 tahun maka berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2002, Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.
Kalau sebelum pemekaran Kabupaten Barito Selatan terdiri dari 12 kecamatan dengan luas wilayah 12.664 Km2 maka setelah pemekaran tinggal 6 kecamatan dengan luas wilayah 8.830 Km2. Keenam kecamatan yang menjadi bagian Kabupaten Barito Selatan tersebut adalah :
| No | Kecamatan | Luas Wilayah
(Km2) |
% Luas Kabupaten
Barito Selatan |
| 1 | Jenamas | 708 | 08,02 |
| 2 | Dusun Hilir | 2.065 | 23,39 |
| 3 | Karau Kuala | 1.099 | 12,45 |
| 4 | Dusun Selatan | 1.829 | 20,71 |
| 5 | Dusun Utara | 1.196 | 13,54 |
| 6 | Gunung Bintang Awai | 1.933 | 21,89 |
| Jumlah | 8,830 | 100,00 |
1. 2. Geografi Wilayah
Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak pada posisi membujur atau memanjang sungai Barito dengan letak Astronomis 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur. Perbatasan Kabupaten Barito Selatan adalah :
- Sebelah Utara dengan Kabupaten Barito Utara.
- Sebelah Timur dengan Kabupaten Barito Timur.
- Sebelah Selatan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Provinsi Kalimantan Selatan).
- Sebelah Barat dengan Kabupaten Kapuas.
1. 3. Topografi
Dari luas Kabupaten Barito Selatan yang 8.830 Km2, sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai 38 meter di atas permukaan laut. Daerah yang memiliki dataran tinggi sampai berbukit hanyalah sebagian kecamatan Gunung Bintang Awai sebelah Selatan dan Timur. Dengan demikian maka wilayah Kabupaten Barito Selatan adalah hutan hujan tropis dataran rendah (377.395 hektar), hutan rawa (271.550 hektar), sungai dan danau (44.623 hektar) serta penggunaan lainnya (189.432 hektar), dengan jenis tanahnya adalah tanah organol dan alluvial, dimana tingkat kesuburannya sedang.
Topografi wilayah yang bercirikan dataran rendah dan rawa meliputi seluruh tepian sungai Barito, sementara bagian hilir merupakan daerah rawa pasang surut. Sebagian besar ketinggian daratan antara 0 – 38 M di atas permukaan laut. Sedangkan wilayah antara 39 – 55 M di atas permukaan laut yang merupakan plateau hanya sebagian kecil dari Kabupaten Barito Selatan.
1. 4. Klimatologi
Menurut Dr. A.H. Schmit dan Ir. J.H.A. Ferguson dalam verhandelingen Nomor 42 dari Jawatan Meteorologi dan Geofisika, iklim Kalimantan masuk tipe A dan sebagian tipe B. Tipe A adalah iklim suatu daerah yang dalam setahun ada 12 bulan penghujan yang bulan hujannya lebih dari 100 mm. Sedangkan tipe B adalah daerah yang iklimnya memiliki 10-11 bulan penghujan dan memiliki 1-2 bulan kemarau. Sedangkan menurut Dr. Mohr, iklim Kalimantan termasuk tipe I dan IA. Tipe I adalah iklim dimana daerah itu tidak memiliki musim kemarau sedangkan IA memiliki 1-2 bulan kemarau. Karena itu Kalimantan sebagai daerah dengan iklim tipe A dan B menurut Dr. Schmit dan Ir. J.H.A Ferguson atau tipe I dan IA menurut Dr. Mohr adalah daerah yang kaya dengan hutan hujan tropis khatulistiwa yang sangat lebat.
Iklim Kabupaten Barito Selatan adalah tropis dan lembab, dengan temperatur siang hari antara 26 – 33° C, malam hari antara 14 – 20° C. Suhu rata-rata minimum 29° C dan maksimum 36° C. Curah hujan bulan Oktober – Maret rata-rata 2.000 – 3.000 mm per tahun dan rata-rata bulanan antara 175 – 490 mm.
2. Gambaran Demografi
2. 1. Kependudukan
Kabupaten Barito Selatan dengan luas wilayah 8.830 Km2, memiliki jumlah penduduk pada akhir tahun 2008 sebanyak 127.254 jiwa. Berikut perincian penduduk berdasarkan data ”Barito Selatan Dalam Angka 2009”:
| No | Kecamatan | Jumlah Penduduk (Jiwa) | Jumlah Seluruh
Jiwa |
|
| Laki-Laki | Perempuan | |||
| 1 | Jenamas | 5.484 | 5.395 | 10.879 |
| 2 | Dusun Hilir | 8.671 | 8.305 | 16.976 |
| 3 | Karau Kuala | 8.500 | 8.376 | 16.876 |
| 4 | Dusun Selatan | 23.955 | 23.031 | 46.986 |
| 5 | Dusun Utara | 8.935 | 8.605 | 17.540 |
| 6 | Gunung Bintang Awai | 9.307 | 8.690 | 17.997 |
| Jumlah | 64.852 | 62.402 | 127.254 | |
Berdasarkan komposisi tersebut maka penduduk Barito Selatan terdiri 51 % laki-laki (64.852 orang) dan 49 % perempuan (62.402 orang), dengan sex ratio 104 orang laki-laki untuk 100 orang perempuan.
Dari perbandingan luas daerah yang dimiliki dengan jumlah penduduk yang menghuni maka tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Barito Selatan adalah 14 jiwa per Km2.
Adapun tingkat kepadatan penduduk pada masing-masing Kecamatan adalah :
| No | Kecamatan | Jumlah Penduduk (Jiwa) | Luas Wilayah (Km2) | Tingkat Kepadatan (Jiwa/Km2) |
| 1 | Jenamas | 10.879 | 708 | 15,4 |
| 2 | Dusun Hilir | 16.976 | 2.065 | 8,2 |
| 3 | Karau Kuala | 16.876 | 1.099 | 15,4 |
| 4 | Dusun Selatan | 46.986 | 1.829 | 25,7 |
| 5 | Dusun Utara | 17.540 | 1.196 | 14,7 |
| 6 | Gunung Bintang Awai | 17.997 | 1.933 | 9,3 |
| Jumlah | 127.254 | 8.830 | 14,4 |
2.2. Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Data penduduk Kabupaten Barito Selatan Tahun 2008 berdasarkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dianut adalah :
| No | Agama | Jumlah Pemeluk (Jiwa) |
| 1 | Islam | 85.861 |
| 2 | Kristen Protestan | 26.112 |
| 3 | Katolik | 8.977 |
| 4 | Hindu / Kaharingan | 5.755 |
| 5 | Buddha | 216 |
| 6 | Lain-lain | 333 |
3. Kondisi Perekonomian
Pertumbuhan riil perekonomian Kabupaten Barito Selatan mengalami peningkatan positif sepanjang tahun 2001-2005. Tahun 2001, PDRB Barito Selatan mengalami pertumbuhan 0,57 %, tahun 2002 meningkat menjadi 1,36 %, tahun 2003 menjadi 2,83%, tahun 2004 menjadi 3,79%, maka dalam tahun 2005 menjadi 5,07%.
Secara garis besar, kehidupan ekonomi kerakyatan masyarakat Kabupaten Barito Selatan adalah pertanian, menyerap 69,91 % tenaga kerja, sektor jasa 9,80 % dan perdagangan 9,09 %.
Selama kurun waktu 2001-2005, terjadi perkembangan rata-rata luas tanaman padi sawah 30,27%, pertumbuhan peternakan budidaya 14,36%, pertumbuhan produksi daging rata-rata 10,38% dan produksi perikanan tumbuh 7,4%. Dengan demikian maka mayoritas masyarakat kabupaten Barito Selatan mengandalkan hidupnya sebagai petani, peladang, peternak maupun nelayan.
.